ISTANA DOMINO merupakan situs perjudian poker dan domino online deposit hanya Rp 10ribu saja

Showing posts with label Lebaran. Show all posts
Showing posts with label Lebaran. Show all posts

Sunday, 24 May 2020

Mudik Virtual Bisa Mengobati Rasa Rindu Kampung Halaman saat Lebaran

http://159.203.96.167/

Lebaran tahun ini terasa jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya mudik menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk bersilaturahmi ke rumah keluarga, kini tidak dapat dilakukan demi mencegah penyebaran virus corona.

Namun, bukan berarti situasi saat ini memutuskan tali silaturahmi, karena Anda dapat memanfaatkan teknologi untuk tetap terhubung dengan sanak saudara.

Panggilan video menjadi cara efektif untuk bersilaturahmi virtual, namun jika Anda merindukan suasana kampung halaman, Anda dapat mudik virtual dengan menggunakan aplikasi Google Street View, di mana Anda dapat menjelajahi kampung halaman Anda.

Aplikasi ini tidak hanya tersedia di Play Store, tapi juga dapat diunduh di App Store. Street View memiliki tampilan peta dunia, setelah mengunduh Anda dapat mengeksplor ke tempat-tempat yang ingin Anda tuju, misalnya ke rumah orang tua.

Selanjutnya, seret jari Anda jauhkan dua jari di layar untuk memperbesar tampilan peta ke kota dan alamat yang Anda tuju -- untuk memperkecil, lakukan gerakan mencubit di layar.

Setelah mendapatkan alamat yang tepat, Anda dapat melihat hasil Google Street View di sekitar wilayah tempat tinggal. Kemudian, ketuk salah satunya, dan mulai berkeliling untuk melihat situasi sekitar rumah orang tua Anda, atau "berkunjung" secara virtual ke rumah-rumah tetangga.

Untuk berkeliling, geser ke kiri atau ke kanan untuk mendapatkan pemandangan 360 derajat. Anda juga dapat menggesek ke atas atau ke bawah pada garis biru. Untuk melihat tampilan yang lebih luas dan mengubah ke mode lanskap, putar perangkat ke samping.

Anda juga dapat melihat hasil Street View di aplikasi Google Maps. Pertama, masukkan alamat yang ingin dituju pada bagian penelusuran. Setelah menemukan alamat, ketuk tampilan foto kecil pada sudut kiri bawah, lalu mulai bereksplorasi untuk menelusuri jalanan tempat tinggal keluarga Anda.

Friday, 22 May 2020

Pakai Metode Sendiri, Sejumlah Warga di Jember Lebaran Hari Ini

http://159.203.96.167/

Umat Islam di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Jember, Jawa Timur, sudah menyelenggarakan salat Idul Fitri, Sabtu (23/5). Mereka adalah santri dan warga sekitar Pondok Pesantren Mahfilud Duror yang ada di desa tersebut.

Terdapat tiga masjid di desa tersebut yang menyelenggarakan salat Idul Fitri pada Sabtu pagi. Ketiganya masih terafiliasi dengan pesantren.

"Masjid satu diimami oleh saya sendiri, khusus untuk jemaah putri. Kemudian masjid satunya lagi untuk jemaah putra, imam salatnya adalah Kiai Abdurrohman, yang juga kakak saya. Kemudian masjid ketiga yang terdiri dari jemaah putra-putri dipimpin oleh KH Abdul Malik yang juga paman saya," ujar KH Ali Wafa, pengasuh Pondok Pesantren Mahfilud Duror saat berbincang dengan merdeka.com, usai salat Id.

Jarak antara masjid yang khusus menampung jemaah putra dan putri hanya sekitar 20 meter saja. Jumlah jemaah mencapai sekitar 1.000 orang.

"Ya perkiraannya, kalau saya adakan pengajian, konsumsi lebih dari 1.000 piring," lanjut KH Ali Wafa.

Jemaah terdiri dari santri dan warga yang ada di Desa Suger Kidul, serta beberapa desa lain yang ada Kecamatan Jelbuk serta di Bondowoso. Desa Suger Kidul merupakan desa di Jember yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bondowoso.

"Beberapa alumni pesantren juga ada yang pulang ke desa sini untuk ikut salat Id bersama. Ada juga yang mendirikan (mengadakan jemaah) salat Id di tempatnya masing-masing," papar Ali Wafa.

Pelaksanaan salat Idul Fitri di pesantren tersebut lebih awal satu hari dari ketetapan pemerintah. Melalui sidang isbat, Kementerian Agama menetapkan 1 Syawal pada hari Minggu (24/05) besok, yang juga sama dengan ketetapan dari Muhammadiyah dan NU.

Namun pelaksanaan Salat Idul Fitri di Desa Suger Kidul yang lebih awal satu hari dari ketetapan pemerintah bukan hal yang baru. "Sudah terjadi sejak kakek saya mendirikan pesantren ini. Insya Allah sekitar tahun 1911 Masehi," jelas Ali Wafa.

Sang kekek, KH Muhammad Sholeh, memiliki metodologi sendiri dalam menetapkan 1 Syawal (hari raya Idul Fitri) dan 1 Ramadan (awal puasa) sehingga kerap berbeda dengan ketetapan pemerintah maupun ormas Islam lainnya. Yakni mengacu pada kitab Nazhatul Majalis, karya Syaikh Abdurrohman as-Sufuri as-Syafii. Kitab klasik berbahasa Arab itu didapatkan sang kakek dari ajaran gurunya, KH Abdul Hamid Itsbat, ulama asal Banyuanyar, Madura.

"Setelah itu, turun ke putranya, lalu ke cucunya, termasuk saya. Kita melanjutkan. Awalnya (saat masih kecil) saya tidak tahu, hanya ikut yang diajarkan kakek saya. Tetapi belakangan setelah saya menuntut ilmu di pesantren, saya akhirnya tahu kitab ini, yang menjadi dasar penetapan," ujar pria yang menuntut ilmu di Pondok Pesantren Bata-Bata, Madura.

Di dalam kitab tersebut, terdapat keterangan seorang Imam ahli fikih terkemuka, yakni Imam Ja’far Shodiq yang menyatakan bahwa lima hari dari awal Ramadan yang pertama, ini akan menjadi awal Ramadan yang akan datang.

"Jadi hitungan saya, tahun kemarin mengawali Ramadan pada hari Minggu, maka (tahun ini) mundur menjadi hari Kamis. Lalu penetapan Idul Fitri atau 1 Syawal, saya genapkan 30 hari, maka jatuh pada hari ini," jelas Ali Wafa.

Dengan demikian, penetapan awal puasa dan lebaran di pesantren ini, sepenuhnya menggunakan metode perhitungan atau hisab. Karena itu, KH Ali Wafa bisa melakukan penetapan untuk selama beberapa tahun sekaligus. Tidak selalu, awal puasa dan lebaran di pesantren ini, berbeda dengan pemerintah.

"Saya ijtihad (melakukan penetapan) selama lima hingga delapan tahun sekali. Tidak selalu berbeda. Dalam lima tahun misalnya, ada dua hingga tiga kali lebaran yang sama dengan pemerintah," papar KH Ali Wafa.

Saturday, 9 May 2020

Jelang Lebaran, Stok Darah PMI Solo Terus Menipis

http://159.203.96.167/

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H/2020 stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Solo mengkhawatirkan. Meskipun aman, namun jumlahnya menurun.

Untuk itu, PMI cabang Solo terus melakukan berbagai upaya. Meskipun bulan Ramadhan, PMI berharap tak menghalangi masyarakat untuk melakukan donor darah.

"Melihat stok darah PMI Kota Surakarta saat ini, walaupun aman tapi mulai menurun atau di bawah 2000 kantung," ujar CEO PMI Solo, Sumartono Hadinoto, kepada merdeka.com, Minggu (10/5).

Sumartono mengatakan, mengantisipasi Lebaran masih 2 pekan, mulai hari ini PMI didukung Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengadakan donor darah di rumah dinas Loji Gandrung selama 10 hari kedepan. Menurutnya, ada sekitar 100 pendonor yang siap menyumbangkan darahnya.

"Ini berkat kepercayaan masyarakat Solo yang luar biasa, mulai hari ini ada donor darah di Loji Gandrung. Jumlah pendonor sekitar 100 personel selama 3 jam untuk yang tidak berpuasa. Dan 3 jam untuk yang berpuasa mulai jam 13.00 sampai buka puasa," terangnya.

Sumartono menerangkan, meskipun menghadirkan banyak orang, kegiatan donor tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan. Yakni dengan tetap menjaga jaga jarak, cuci tangan dan lainnya.

"Untuk mengapresiasi pendonor, PMI memberi apresiasi kaos dan masker. Tujuannya untuk mengingatkan lingkungan pendonor tetap taat pada protokol kesehatan dan kebijakan pemerintah menghadapi pandemi Covid - 19 ini," katanya.

Sumartono menambahkan, selain Wali Kota Solo, dukungan juga diberikan Ketua Majelis Tafsir Alquran, Ahmad Sukina. Mulai Senin besok, MTA akan membantu mengirim 35 pendonor setiap hari hingga tanggal 18 Mei ke PMI.

"Para pendonor akan mendapatkan tambahan apresiasi suvenir. Semua pendonor baik yang di Loji Gandrung maupun di PMI tetap mendapatkan 1 masker dan 1 hand sanitizer," pungkas Sumartono.